Jumat, 22 Juni 2018

Puisi Hati


Aku masih saja heran..
Heran pada diriku sendiri.
Aku masih saja memaksa hati ini walau dia terluka
Aku menyayangi orang lain, tapi aku tak menyayangi diriku sendiri
Jika saja luka tak berdarah itu terlihat dengan mata telanjang
Maka kau akan bergidig melihat hatiku yang remuk redam dengan lukanya yang menganga hebat
Bahkan mungkin ia tak berbentuk, hancur dan menjijikan.

Aku juga heran terhadap Tuhan,
Sudah kuminta Ia dalam doa agar menghilangkan perasaan sendiri yang ku rasa ini
Tapi dengan kuasa-Nya, Ia masih saja—tetap membiarkan perasaan yang sejak awal ku tolak itu.
Pertanda atau bukan, aku tetap berusaha memerdekakan hatiku ini
Agar siapapun tak berdiam disana dan menjajah nalarku untuk jadi gila.
Ini tak adil !!!
Semisal di kepalaku hanya ada kau, tapi di kepala kau ada orang lain pula yang silih berganti mengisi hati.

Jika ini bukan mauku, apa ini mau Tuhan? Tapi mengapa?
Kau tahu?! Aku sampai sesak sendiri menulis tulisan ini, mataku berkaca karena kesal. Aku benci, tapi tak tahu siapa yang ku benci.
Seandainya bisa, aku memilih untuk tidak mengenal kau saja!


Kota kecil yang katamu pelosok, 23 Juni 2018 pukul 10:06
Tertanda,

Wanita yang hampir tua menunggu

Minggu, 10 Juni 2018

Kriteria Cowok Soal Cewek

Suatu malam saya nguping, eh bukan nguping, nyimak deng. Nyimak perihal obrolan para temen cowok tentang kriteria cewek bagi mereka. Pendapat ini cuma saya ambil dari mereka aja sih, nggak tahu kalau dengan cowok yang lain. Setiap orang kan beda-beda selera ya. Nah, setelah mendengar mereka, saya berasa gagal jadi cewek. Kenapa? Karena kebanyakan kriteria cewek yang disukai cowok itu sama sekali nggak ada di diri saya L hahaa... parah, tapi nggak tahu juga, semoga cuma perasaan saya saja yang berasa rendah diri, uhuyyy.

Tapi kok bisa sih saya merasa rendah diri? Ya lah.. dilihat secara fisikly aja saya tergolong cewek yang kelewat cuek. Udah muka biasa aja, nggak bisa dandan pula (tapi kalo dandanin orang lumayan bisa, aneh yaa). Pakaian yang nempel lebih ke senyamannya. Nggak peduli mau branded apa nggak, lagi ngehitz apa nggak. Yang penting enak dipake.

Terus soal attitude. Eh attitude apaan sih?
  • ·   Attitude adalah sikap pada aspek afektif merupakan aspek yang menentukan seseorang bertindak, karena kemauan atau kerelaan bertindaklah yang menentukan seseorang berbuat sesuai dengan sikap yang dimilikinya. Namun demikian aspek yang lainnya ikut mempengaruhinya.

  •   Attitude adalah sikap, tingkah laku atau perilaku seseorang dalam berinteraksi ataupun berkomunikasi dengan sesama manusia. Attitude itu sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Seseorang yang bersikap sopan santun, belum tentu memiliki attitude yang bagus.

Nah soal attitude saya termasuk cewek yang nggak jaim alias jaga image. Maksudnya kalau sudah kenal sama orang, saya nggak pernah malu-malu, malah terkesan lebih malu-maluin. Walaupun kalau ke atasan atau orang tua ya nggak gitu juga sih, haha tau penempatan lahh. Ini cuma kalau lagi didepan teman. Dihh, ini deh kayaknya poin yang harus saya ubah, tapi gimana ya, buat jaim itu susah. Meskipun saya sebenarnya masih punya setumpuk rasa segan terhadap orang-orang yang saya kenal. Seperti misalnya kalau meminta bantuan mereka. Saya masih sangat malu-malu dan segan, dan mikir berulang kali. Saya lebih suka berusaha sendiri dulu sampai batas mampu saya. Cuma yaa itu dia jaim saya susah kontrol kalau di depan teman, argh.

Sementara para cowok tuh sukanya sama cewek-cewek kalem yang elegan. Lah saya nyablak gini apa kabar? L Ketawa aja selepasnya, nggak bisa tuh ketawa cantik mirip para putri keraton Yogya. Hmmm hopeless deh.

Terus lagi, cowok itu sukanya sama cewek-cewek yang misterius dan susah ditebak. Katanya mereka adalah cewek mahal yang susah di dapatkan dan bikin penasaran. Helloooow, lah saya gimana? Saya tuh tipikal cewek yang terbuka terhadap cowok. Bukan maksudnya murahan dan gampangan ya. Ih nggak deh. Mantan aja nggak punya, wakakakak. (Percaya nggak percaya, saya belum pernah pacaran). Tapi ya itu dia gegaranya si jaim, saya lebih welcome ke mereka (temen cowok) dalam konteks temenan. Jadi bagi mereka tuh nggak ada penasarannya deh soal saya haha. Udah bisa kebaca jelas kayaknya saya tuh gimana, meski ada sebagian yang mereka nggak tahu tentang pribadi saya.

Teruuus... apa lagi ya? Uhm... body goals. Para cowok tuh selain suka cewek cantik yang menarik, mereka juga suka cewek yang bohay dan semok. Ugh nggak ada lagi kan di diri saya. Saya kan kurus kering hiks-hiks-hiks. Jadi ada yang punya resep buat ngebentuk badan biar bohay nggak? Hahaha.

Bye the way, dari tiga paragraf yang saya tulis soal kriteria umum para cowok tentang cewek itu, sebenarnya katanya nggak berpengaruh juga sih. Bahkan ada banyak cowok di luaran sana yang nggak pernah mempermasalahkan penampilan pasangannya secara fisikly. Karena sebagian mereka juga berpendapat bahwa cantiknya seorang cewek itu nggak harus selalu dinilai dari penampilan, tapi dari hati katanya. Barang siapa cewek yang punya hati baik, maka kecantikan alami akan terpancar begitu saja di wajahnya. Auranya bagus.

Hmm nah, buat para readers. Jangan contoh saya yang kadang suka rendah diri ya! Terutama para cewek. Percayalah kalian cantik sebagai diri sendiri. Dan percayalah, masih banyak cowok baik hati di luaran sana yang bisa jatuh cinta ke kamu bukan karena fisikly atau penampilan kamu. Tapi karena kamu apa adanya. Semangaaat <3 :*

Sabtu, 02 Juni 2018

Temen Jadi Demen


Okehh, untuk tulisan aku berikutnya adalah sebuah request dari seorang hamba Allah yang pengen aku bahas soal udah ‘temenan lama tapi ujung-ujungnya suka’.

Sebenarnya hal random sih kalo dari temen jadi demen. Tapi kalau temenannya seorang cewek sama cowok ya, kalau temen jadi demennya dari cowok ke cowok atau cewek ke cewek jelas gak normal woy.

Back to the topic. Beberapa orang berpendapat jika cewek – cowok itu nggak bisa pure temenan atau sahabatan aja. Uhm... dan menurut pengalaman pribadi saya, jawabannya adalah ‘iya’ dan ‘tidak’.

IYA – untuk statement saya setuju kalau cewek – cowok nggak bisa pure temenan/sahabatan.  Seperti yang saya kutip dari blog tetangga :

Seorang psikolog bernama Dave Matthews mengungkapkan bahwa seorang cowok dan cewek bisa saja menjadi teman. Tapi pada satu titik, mereka bisa jatuh cinta satu sama lain. 

"Tentu ada perbedaan waktu jatuh cintanya. Saat sudah berteman lama, salah satu atau keduanya bisa tiba-tiba merasakan jatuh cinta. Ada yang sementara saja, atau mungkin jatuh cinta pada saat-saat tertentu, bisa jatuh cinta pada waktu yang salah, bisa jatuh cinta yang datang terlambat, atau mungkin selamanya," ujar Dave seperti yang dikutip dari Elite Daily. (Psssst, kamu yang mana? Aku kayaknya kalimat yang terakhir deh hahaa *ehh)

Faktornya bisa disebabkan karena merasa udah saling mengerti perasaan masing-masing, nyaman, kalau lagi sama si doi tuh bawaannya menyenangkan (walau kadang misal suka ada nyebelin-nyebelinnya, tapi biasanya itu sih yang bikin seru wkkk). Cewek tuh bakal seneng berteman sama cowok yang ngerti perasaan mereka, atau punya minat sama.

Nah kalau kasus cewek suka ke temen cowoknya  biasanya karena mereka merasa punya CHEMISTRY. Tau deh kalau cowok yang suka ke temen ceweknya kek gimana dan karena apa, belum melakukan riset soalnya hehee. Oke lanjut, jadi hati tuh suka beda aja gitu perasaannya. Misal temenan deket tuh bukan sama si A aja, tapi sama si B dan si C juga. Tapi rasanya beda lho. Misal ke si A selain temen tapi ada demen-demennya gitu. Alasannya bisa karena pribadinya, atau sesuatu hal yang sama sekali nggak diketahui tapi bikin kita jatuh hati. Ajaib kan? Nah bakal beda deh rasanya kalau lagi chat, ngobrol, terus kalau mau ketemu sejam sebelumnya perut jadi mules-mules, jantung jadi dag-dig-dug-ser, muka berasa pucat, dan gejala aneh lainnya. Itu dia ada misteri chemistry yang kadang nggak bisa diketahui apa penyebabnya.

Beda kalau chat, ngobrol atau ketemu sama temen yang dirasa temen aja, NO CHEMISTRY. Semuanya bakal berasa biasa aja layaknya sama temen yang segender. Ini juga berkaitan dengan statement TIDAK setujunya saya kalau cewek dan cowok nggak bisa pure sahabatan. Buktinya saya deket sama beberapa teman cowok, dan dari mereka nggak ada yang menarik hati saya sama sekali padahal mereka cukup lumayan tampan daripada gebetan haha. Mereka juga care, lebih care daripada gebetan, tapi kalau nggak ada chemistry ya mau gimana. Tetep aja rasa temen.

Jadi intinya kenapa dari “temen bisa jadi demen”, itu karena rahasia illahi hahaa. Chemistry itulah sih penyebabnya yang nggak bisa dijabarkan dan dijelaskan sama kata-kata, sulit dipahami diri sendiri apalagi orang lain.

Kalau kamu sekarang lagi ngerasa suka sama teman atau sahabat kamu, pesan aku sih bijak-bijak aja ya dan siapkan hati dan mental sekuat baja. Karena teman yang kamu suka belum tentu suka balik sama kamu. Syukur-syukur kalau dia juga suka sih sama kamu.

Dalam sebuah zona “temen jadi demen” pilihan kamu itu kayak buah simalakama, dimakan mati bapak – nggak dimakan mati ibu. Yaa kalau diungkapkan kamu harus siap kehilangan persahabatan  yang kamu jalin, kalau nggak diungkapkan yaa kamu kudu kuat mendam perasaan. Tapi bagusnya kalau kamu ungkapin kamu masih tetep bisa jalin persahabatan kamu dengan baik dan dewasa menghadapi keadaan. Jangan sampai jadi renggang dan terputuslah silaturahmi, duh rugi banget walau ada untungnya juga sih buat cepet bisa move on (haha halah gimana sih ini).

Dan kalau cinta kamu juga berbalas selain Alhamdulillah, sebenarnya ada ngerinya juga, kalau kalian nggak jodoh terus putus terus ujung-ujungnya jadi renggang yaah nggak enak juga. Tuh kan demen sama temen tuh ribet. Seperti kata Dilan, jatuh cinta ke sahabat itu berat, kamu nggak akan kuat. Biar aku aja – ehh itu mah kata saya deng hehee.

Okay ada yang mau ditanyakan?

Perihal Move On

Tentang beranjak darimu
Aku rasa masih abu-abu
Masih ada setitik rasa tak rela
Yang tertinggal di rongga dadaku
Mengusik damai yang ku cipta
Demi melupakanmu

(Rabu, 3 Mei 2017 - 21:15 WIB)


Hay, namaku Resti. Dan ini adalah postingan pertamaku di blog. Aku adalah seorang pemula. Yaa katakan saja kalau aku tertinggal jauh dari blogger lainnya hihi.

Jadi sebagai postingan pertama, aku memutuskan untuk menuliskan sebuah puisi yang pernah ku tulis setahun lalu. Puisi yang berdasar atas apa yang aku rasakan saat itu. Puisi yang tercipta di suatu malam ketika aku kembali menimbang-nimbang benarkah aku akan move on? Atau hanya sekedar wacana hatiku saja?

Move on adalah hal yang susah-susah gampang toh? Saya yakin nggak semua orang itu dengan mudah bisa move on. Beranjak dari hati satu ke hati yang lain, kecuali mereka yang memang memulai perasaannya dengan tidak sungguh-sungguh.

Saya ingat kata-kata seorang teman, katanya "jangan pernah memberikan hatimu lebih dari 50% terhadap seseorang (yang kamu suka)" dan sepertinya itulah yang menjadi kunci untuk sebagian orang yang mudah move on dan yang susah move on. So, menjadi golongan manakah kamu? Kalau saya sih tergolong orang yang susah move on :'((((

Well, saya cukupkan sekian dulu perkenalan pada postingan pertaman saya yang tak ada faedahnya ini hehee. Bye-bye :*

Dear Diary

     Sudah ada lima bulan lamanya aku mengenal seseorang, dia mas-mas jawa Solo hehe. aku senang sih bisa kenal dan dekat dengan dia. Alasan...